TREND KEKINIAN : EDIT VIDEO DENGAN PONSEL PINTAR

  • 3 min read
  • Jul 28, 2020
Diantara trend teknologi yang populer pasca Pandemi Covid 19 adalah meningkatnya penggunaan software perangkat teknologi baik yang berbasis windows, android maupun IOS. Kalau kita buat kategori setidaknya ada 3 (tiga) kategori yang meningkat penggunaannya terutama bagi kalangan pendidik atau profesional yang bergelut di bidang pendidikan non formal yaitu (1) aplikasi yang mendukung pembuatan konten seperti video editor, pembuat animasi, pengolahan photo dan sejenisnya, (2) aplikasi yang mendukung komunikasi jarak jauh secara langsung. dan (3) aplikasi medsos dan video sharing.

Untuk penggunaan aplikasi kategori 2 dan 3 seperti google meet, zoom, youtube, instagram dan sejenisnya mungkin tak terlalu banyak improvisasi, karena kita hanya menjalankan protokol operasional aplikasi yang sudah standar. Kalaupun ada pembaruan (update) maka sudah diinformasikan dalam petunjuk aplikasi tersebut. Meskipun masih banyak juga diantara kita yang masih gagap memanfaatkan aplikasi ketegori ini dalam pelaksanaan komunikasi jarak jauh. Kemungkinan yang lain adalah kita sudah merasa mahir menjalankan sebuah aplikasi, tetapi di balik itu ternyata banyak kemudahan dan fasilitas yang disediakan aplikasi tersebut belum termanfaatkan oleh kita.

Untuk aplikasi kategori 1, kita sudah lama kenal dengan aplikasi berbasis windows seperti adobe photoshop, corel draw, adobe ilustrator, inkspace, adobe after effect dan adobe premiere. Belakangan ini kita dikenalkan pula dengan aplikasi-aplikasi berbasis ios dan android seperti infinite design, picsay pro, snapseed, kinemaster, cyberlink powerdirector dan sebagainya. Dari sekian banyak contoh tersebut, barangkali yang teraktual untuk saat ini adalah aplikasi pembuat konten yang berhubungan dengan pembelajaran daring yang dilakukan siswa dan guru hampir di semua tingkatan. Guru-guru mengirimkan video pembelajaran, dan para siswa merespon dengan membuat video penugasan. Bagi yang tak terbiasa ini merupakan tantangan berat, terutama bagi para guru. Mengajar tak lagi mengenai penguasaan teori saja tapi juga teknik pengemasan setiap materi yang diberikan.

Berpuluh tahun sebelum sekarang, orang hanya mengenal komputer sebagai alat untuk mengolah video. Bahkan perlu perangkat tambahan bernama video tuner untuk menyalin file dari handycam ke hard disk yang ada di komputer. Hari ini, 2 fungsi perangkat digabung dalam 1 perangkat sekaligus dalam ukuran yang sangat kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Handy cam dan komputer tergantikan oleh kehadiran smartphone yang bisa melakukan 2 pekerjaan sekaligus. Software pendukungnya meningkat seiring dengan kebutuhan hidup manusia. Generasi sekarang bahkan tak banyak yang tahu apa itu handycam.

Untuk mendukung fungsi pengambilan video dan editing pada ponsel pintarm bermunculan pula ragam aplikasi editor video berbasis perangkat mobile tersebut. Aplikasi ini mendukung pengguna menghasilkan karya-karya berkualitas dengan mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Tiga hal utama yang menyebabkan aplikasi editor video yang berbasis android dan ios ini menjadi populer adalah sebagai berikut :

  • Ponsel pintar mengakomodir fungsi beberapa perangkat sekaligus. Para pengguna langsung bisa langsung melakukan proses editing setelah pengambilan video. Setelah selesai, para pengguna bisa langsung membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan video tersebut baik melalui jalur cloud storage maupun media sosial. Hal ini tentu saja agak berbeda apabila kita melakukan editing menggunakan aplikasi yang ada di komputer. Perlu waktu dan kerumitan tersendiri untuk melakukannya.
  • Harganya yang relatif murah, bahkan banyak juga yang gratis meskipun dengan beberapa kekurangan seperti keberadaan watermark, dan fitur-fitur yang terbatas. Salah satu yang populer misalnya kinemaster, harga per tahunnya hanya Rp. 329.000. Pembeliannya pun mudah hanya dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone. Kalau dibandingkan dengan aplikasi berbasis komputer, harganya per tahun nya bisa melebihi 3 juta, proses pembeliannya pun sebagian besar menggunakan kartu kredit yang tentu saja bagi sebagian orang masih susah untuk diakses.
  • Pilihan aplikasi yang sangat banyak dan beragam, mulai dari yang paling sederhana sampai kompleks. Dan pilihan-pilihan tersebut sangat mudah sekali diakses. Kita dapat menginstall dan menguninstall sebuah aplikasi di ponsel pintar dengan sangat mudah.

Meskipun menyediakan banyak kemudahan dan kaya fitur, namun aplikasi-aplikasi tersebut tidak otomatis bisa menghasilkan video-video kreatif nan menarik. Perlu penyiapan konten yang baik untuk bisa menghasilkan video berkualitas, mulai dari pengambilan video, penyediaan bahan visual pendukung lainnya dan perbaikan kualitas audio. Pada bagian pengambilan video, kita bisa mempertimbangkan penggunaan tripod agar video yang dihasilkan lebih stabil. Kita bisa juga menggunakan mic wireless untuk menghasilkan kualitas audio yang lebih jernih. Untuk menyiapkan tayangan visual yang menarik kita juga perlu menyiapkan gambar, baik gambar yang kita buat sendiri maupun yang didownload dari internet. Kalau ingin menggambar sendiri kita perlu menggunakan aplikasi desain grafis seperti PicsArt, Adobe Photoshop, Coreldraw dan aplikasi sejenis. Ketika mendownload dari internet, kita juga harus berhati-hati untuk jenis konten yang memiliki hak cipta dan konsekuensi penggunaannya. Selain-hal-hal teknis di atas, menghasilkan video berkualitas juga tergantung pada kreatifitas dan seni yang dimiliki oleh penggunanya.

Di bawah ini contoh video pembelajaran yang dibuat dengan Kinemaster. Contoh di bawah ini tentunya bukan contoh yang terlalu ideal, banyak hal yang perlu diperbaiki di sana sini. Selamat Belajar ya.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *