PIYAI STORY

  • 1 min read
  • Apr 11, 2021

Kami menyebutnya tanaman piyai. Nama latinnya Acrostichum aureum. Dalam bahasa inggris disebut Golden Leather Fern. Salah satu ciri khas tanaman ini yang dikenal terutama bagi masyarakat Inhil yang tinggal di daerah pasag surut adalah bersifat halophyte yaitu mampu mentoleransi lingkungan yang memiliki salinitas. Meskipun begitu, tumbuhan ini juga butuh pasokan air tawar yang cukup agar dapat tumbuh optimal.

Beberapa literatur mengatakan bahwa tumbuhan ini tidak dapat hidup pada daerah dengan salinitas melebihi 50 ppt. Literatur yang lain menambahkan bahwa di tempat-tempat dengan frekuensi penggenangan pasang laut cukup tinggi (10–28 kali perbulan), tumbuhan ini tumbuh kerdil atau bahkan sama sekali tak mau tumbuh.

Tumbuhan ini banyak tumbuh di kawasan mangrove terbelakang, karena tumbuhan ini tidak bisa tahan terhadap penggenangan air laut dalam jangka waktu yang lama. Di Inhil, tumbuhan piyai tumbuh di sekitar sungai yang bersalinitas rendah. Ketika banyak tanaman akan mengalami gangguan pertumbuhan akibat genangan air pasang, tanaman ini tetap tumbuh optimal. 

Terhadap kondisi naungan, tanaman piyai cukup toleran. Artinya Piyai bisa tumbuh di tempat terbuka yang menerima cahaya matahari langsung ataupun di bawah pohon-pohon yang lebih besar. Di Inhil, biasanya piyai mulai tumbuh di bawah kebun kelapa yang mulai sering tergenang air pasang (air asin). Dalam jangka waktu yang agak lama, ketika kebun kelapa ini bertambah kerdil (mucong) sehingga naungan berkurang, tanaman Piyai tetap eksis dan semakin membesar dan meluas.  

Tanaman Piyai atau yang juga disebut paku laut memiliki batang  pendek dan bersisik. Daunnya berbentuk lembaran  yang memanjang hingga 1.8 meter panjangnya. Daun paku laut yang fertil biasanya akan ditutupi oleh sporangia berwarna merah bata di bagian bawah daunnya. Tidak semua daunnya akan membentuk sporangia. Tumbuhan ini hanya memiliki 5 – 8 helai daun yang fertil dan dapat membentuk sporangia, sementara sisanya steril (tidak membentuk sporangia).  Pada kondisi optimal, tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi 4 meter.

 

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *