Meskipun sebenarnya, sebagian orang telah memulai proses digitisasi ini melalui alat-alat scanner yang lebih dulu populer sebelum populernya kamera digital. Photo yang dihasilkan dengan perangkat analog dikonversi ke bentuk digital menggunakan perangkat scanner. Tetapi penggunaan scanner ini juga memiliki beberapa kelemahan terutama persoalan kualitas ketika kita mengkonversi hasil cetak menjadi bentuk digital.
Seiring perkembangan teknologi, kamera digital berhasil mengintegrasikan fungsinya ke dalam sebuah ponsel pintar (smartphone) yang semakin simple dan bisa masuk dalam saku celana kita. Dengan ini, penggunakan kamera digital menjadi lebh masif dan populer. Beberapa tahun terakhir smartphone pun mengambil peran mesin scanner dengan hadirnya aplikasi-aplikasi scanner berbasis android. Sehingga pengiriman dokumen melalui aplikasi percakapan seperti Whatsapp atau Telegram menjadi sesuatu yang lazim ditemukan dalam administrasi perkantoran.
Belum lama rasanya kemudahan teknologi smarphone tersebut dinikmati, kemudian populer pula cloud storage dan medsos yang menjadi bagian tak terpisahkan dari smartphone, sebagai alternatif penyimpan data yang simple dan mudah diakses dimanapun kita berada. Kita tak lagi mengeluh “ketinggalan flash disk” atau “flash disk kena virus”. Ada layanan dropbox, onedrive atau google drive yang populer digunakan sebagai layanan cloud storage yang bisa menggantikan peran flash disk. Ada pula yang menyimpan datanya di medsos terutama photo atau video. Tak jarang kita temukan, ada orang yang posting photo facebook dengan caption “numpang save di sini yah”. Begitulah reaksi kita terhadap teknologi, masing-masing orang memiliki keunikan tersendiri.

Yang saya uraikan di atas hanya sebagian kecil dari perkembangan teknologi terutama yang berkaitan dengan kegiatan mengarsipkan (menyimpan) yang saat ini begitu pesat. Yang terpenting dari semua perkembangan ini adalah bagaimana kita menjadi seseorang yang bisa beradaptasi terhadap perkembangan-perkembangan ini. Memiliki perangkat teknologi termutakhir tidak hanya untuk gaya hidup tetapi untuk memudahkan pekerjaan-pekerjaan kita.
