AROMA GORENGAN MASA KECIL

  • 2 min read
  • Des 17, 2022

Diantara banyak kenangan masa kecilku tentang masakan yang jarang kutemui sekarang adalah aromanya. Perbedaan aroma ini disebabkan perbedaan minyak goreng yang digunakan. Di masa kecilku (80-an), minyak goreng yang digunakan adalah minyak kelapa. Hal ini kontras dengan sekarang. Hampir semua makanan yang digoreng menggunakan minyak kelapa sawit. Meski saat ini, minyak kelapa masih dijual di pasaran, namun harganya yang lebih mahal dari minyak kelapa sawit, membuat penggunaannya semakin jarang dan justru menjadi konsumsi masyarakat menengah ke atas.

Beberapa waktu yang lalu, ada teman kantor yang menawarkan produk minyak kelapa yang dihasilkan salah satu Industri Rumah Tangga yang ada di Kelurahan Sapat. Aku tertarik melihatnya. Meskipun harganya di atas rata-rata harga minyak goreng kelapa sawit, namun rasanya sudah lama sekali tak merasakan gorengan yang dimasak dari minyak kelapa.

Di Kabupaten Indragiri Hilir, Tanaman Kelapa lebih dulu populer sebagai tanaman perkebunan yang dibudidayakan masyarakat. Tanaman Kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir bahkan sudah dibudidayakan sebelum Indonesia Merdeka. Dr. B. Polak seorang Pakar Gambut Hindia Belanda dari Institut Ilmu Tanah di Stasiun Penelitian Umum untuk Pertanian di Buitenzorg (Bogor) pada 1943 menuliskan bahwa pada tahun 1914 telah dibangun perkebunan kelapa partikelir dengan luas lahan sekitar 1.200 hektar di Indragiri Hilir.

Pasca kemerdekaan, kelapa terus menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dibudidayakan masyarakat Indragiri Hilir. Indragiri Hilir sebagai daerah penghasil kelapa diperkuat lagi dengan kehadiran Perusahaan Besar yang tidak hanya berfokus pada perkebunan tetapi juga pada aspek pengolahannya. Sambu Group merupakan salah satu dari sekian banyak Industri Kelapa yang pernah ada di Indragiri Hilir dan bisa bertahan sampai sekarang.

Kembali ke aroma gorengan masa kecil, ada 1 hal yang membedakan Minyak goreng kelapa dengan Minyak goreng kelapa sawit yang saat ini luasan kebunnya cukup berimbang di Kabupaten Indragiri Hilir. Minyak goreng kelapa dan banyak aneka olahan kelapa lainnya bisa diolah dalam skala industri rumah tangga dan peralatannya pun cukup sederhana. Sedangkan Industri sawit baru bisa menghasilkan minyak goreng ketika diproses dalam skala Industri Besar.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *