Liburan sekolah anak-anak yang bertepatan dengan akhir tahun 2022 kami habiskan di rumah saja. Selain karena kesibukan pekerjaan memang rasanya kurang berminat saja untuk liburan keluar kota. Alhamdulillah, dari anak-anak pun tak ada tuntutan untuk liburan ke luar kota.
Pekan terakhir januari, ada undangan pernikahan dari salah seorang kerabat mamak. Kami memutuskan untuk hadir sekeluarga. Karena anak-anak sudah lama tak naik speed boat, kami memutuskan naik speed boat. Bagiku naik speed boat tetap beda dengan naik sepeda motor. Nuansa pulang kampungnya lebih terasa kalau naik speed boat.
Perjalanan dalam speedboat kami tempuh dalam waktu 1,5 jam. Pulangnya kami lewat Kecamatan Gaung karena mampir terlebih dahulu ke Desa Belantaraya. Meski agak lebih jauh, anak-anak sangat menikmati. Angin sungai yang menerpa wajah ditambah gelombang yang mengayun menambah kenikmatan perjalanan speed boat melalui sungai ini.
Pada perjalanan pulang, fatih duduk di belakang dengan nenek. Aku, bunda dan aqila duduk dibelakang. Perjalanan seperti ini setidaknya menunjukan kedekatan sulungku sebagai cucu pertama dengan neneknya. Tanya jawab yang antusias sambil sesekali bersandar ke neneknya membuat hati berkaca-kaca.
Sebagai cucu pertama nenek, dia memang yang paling lama berinteraksi dengan neneknya. Sejak lahir sampai sekarang hampir 10 tahun, tinggal pula di rumah nenek. Bahkan pernah pada usia 9 bulan, pas diajak bepergian ke luar kota, hanya dengan melihat nenek nyanyi sedih dalam video call, bisa membuatnya menangis.
Meski tak bisa dibandingkan dengan yang lain, cucu pertama memang punya tempat khusus di hati neneknya. Semoga di sisa usia nenek, si sulung bisa memberikan baktinya kepada nenek.
