Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga pergi ke Desa Sungai Luar. Desa ini terletak di Kabupaten Indragiri Hilir. Tempat ini terkenal dengan ikon jembatan panjang yang melintasi sungai. Dulu unbtuk ke desa ini, orang harus melalui pompong penyeberangan. Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah saya. Namun suasananya sangat berbeda dari keseharian kami tentunya.
Menikmati Kebun Kelapa
Sesampainya di desa, kami disambut hangat oleh seorang teman. Ia memang tinggal di sana. Kami kemudian diajak berkeliling ke kebun kelapa milik warga. Pohon kelapa tumbuh rapi dan menjulang tinggi diantara parit-parit yang mengalirkan air. Di lahan pasang surut dan sebagian besar gambut seperti di sini, parit memang punya peran penting.
Di kebun itu, saya mencoba alat tradisional pengangkut kelapa bernama ambung. Ini adalah alat angkut kelapa khas petani setempat. Saya awalnya cukup percaya diri mencobanya. Namun ternyata, mengangkat kelapa dengan ambung sangat melelahkan. Pundak terasa berat dan napas mulai tersengal ketika di bawa berjalan. Keringat mengalir deras meski baru beberapa langkah.
Sementara itu, petani lokal terlihat biasa saja. Mereka tetap tersenyum meski membawa beban yang sama. Tubuh mereka sudah terbiasa bekerja keras setiap hari.
Mengambil Pelajaran
Dari pengalaman ini, saya belajar satu hal penting. Lelah tak selalu datang dari beban yang terlalu berat, melainkan dari hati yang berangkat tanpa cukup bekal dan langkah yang terbiasa dimanja oleh jalan yang terlalu datar.
Kita sering mengira dunia berlaku kejam. Padahal kita sendiri yang lalai menciptakan ruang untuk melatih napas perjuangan. Kita tak cukup menyadari bahwa tangguh tak hadir tiba-tiba, melainkan tumbuh dari luka-luka kecil yang terus disembuhkan dengan ketekunan.
Mungkin yang perlu kita latih bukan sekadar kekuatan, melainkan keikhlasan untuk tumbuh. Mungkin yang harus kita kurangi bukan beban, melainkan keluhan yang tak menyuburkan harapan dan optimisme.
Perjalanan ke Desa Sungai Luar kali ini memberi banyak pelajaran tak hanya udara segar. Anak-anak belajar melihat hidup di sekitar mereka. Setidaknya mereka tahu dari gurihnya rendang dan segarnya air kelapa muda, banyak proses yang harus dilalui sebelum kita menikmatinya.
