HEALING IN WEST SUMATRA

  • 2 min read
  • Feb 02, 2022
Sejak si bungsu lahir, perjalanan kali ini adalah perjalanan terjauh kami. Bunda menyebutnya healing. Biasanya destinasi terjauh kami hanyalah Pekanbaru, yang memakan waktu kurang lebih 7 jam. Kali ini destinasi kami adalah Sumatera Barat yang memakan waktu hampir 15 jam (perjalanan santai). Maklum perjalanan dengan rombongan krucil memang agak memakan waktu ketika harus singgah untuk makan. Belum lagi rombongan yang agak banyak memang agak sedikit memperpanjang waktu perjalanan. Ada 4 mobil rombongan kami kali ini. Ada beberapa rombongan keluarga maupun yang masih sendiri. 

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Solok. Ada 2 tempat yang ingin kami kunjungi di sini, yaitu pemandian air panas dan perkebunan teh. Kami sampai di pemandian air panas jam 1 dinihari. Aku dan beberapa yang lain langsung merasakan panasnya air pegunungan. Si sulung dan bungsu langsung tidur karena kecapekan. Selesai merasakan mandi air panas, ditutup dengan makan mie rebus panas dan teh hangat.

Paginya setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan ke kebun teh Danau Kembar. Sempat tertunda beberapa saat karena ada masalah dengan kendaraan yang kami bawa. Akhirnya sampai ke sana pas tengah hari. Meski siang, cuaca yang kami rasakan tidak terlalu panas. Kendalanya hanya di pencahayaan untuk pengambilan foto saja. Meski berlimpah cahaya, siang hari bukan waktu yang ideal untuk pengambilan foto. 

Hari ini hanya 1 objek wisata saja yang kami kunjungi. Sore jelang malam dihabiskan perjalanan menuju Painan. Menikmati macetnya jalur sitinjau laut sambil menyapa monyet-monyet yang lagi menunggu makanan. Sempat beberapa waktu disapa gerimis. 

Keesokan harinya, pagi-pagi kami sudah check-out penginapan menuju pantai carocok. Waktu tempuh pantai hanya beberapa menit dari penginapan yang kami tempati. Sampai di sana, kami semua langsung ambil posisi masing-masing. Ternyata si bungsu takut air. Ketika yang lain bermain air, dia fokus membangun istana pasir di daerah yang tidak terkena air. Beberapa kali dia melempar senyum kepada kami yang sedang bermain air. 

Beberapa permainan di sana kami coba satu persatu kecuali jet ski. Banana boat sampai snorkeling kami coba satu persatu. Si sulung yang baru berumur 9 tahun pun tak mau ketinggalan. Semua permainan diikutinya. Meskipun agak takut di awal, tapi akhirnya dia bisa mengakhirinya dengan baik. “abang terminum air laut beberapa kali, Yah, asin” serunya di sela perjalanan pulang.

Selesai di Pantai Carocok kami menuju Padang melalui Jalur Puncak Mandeh atau yang lazim disebut puncak viral oleh sebagian orang. Kami makan siang sudah jelang waktu ashar. Kami melewati daerah puncak mandeh di waktu sore jelang matahari terbenam. Cahaya jingga yang berangsur gelap menambah indah perjalanan sore ini. Kami menyempatkan mengambil foto di beberapa spot menarik.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *