PANEN JAGUNG

  • 2 min read
  • Sep 19, 2021

Pagi ini, seperti yang sudah rencanakan beberapa hari yang lalu, kami bepergian ke Sungai Luar. Sebuah desa yang tak jauh dari Tembilahan. Terlebih setelah ada jembatan, Desa Sungai Luar semakin terasa dekat.  15 tahun yang lalu, untuk menuju Desa ini, kami harus menggunakan pompong untuk menyeberangkan sepeda motor.

Pagi-pagi kami sudah bersiap ke sana. Anak-anak pun sudah siap semua. Perjalanan ke luar Tembilahan selalu menarik minat mereka di tengah rutinitas kota yang mungkin membuat mereka jenuh. Apalagi tujuan kami kali ini adalah Desa Sungai Luar tepatnya salah satu kebun jagung yang posisinya diantara hamparan kebun kelapa. Perjalanan kami kali ini memenuhi undangan salah satu sahabat di Desa Sungai Luar. Pak Bahar namanya. Kami tentunya senang sekali bisa diundang panen jagung, karena memang saya dan istri sangat suka kegiatan bertani. Meskipun sampai saat ini memang belum kesampaian punya lahan pertanian/perkebunan. 

Jagung dan beberapa jenis tanaman semusim semisal sayuran biasanya ditanam masyarakat di sini di lahan-lahan yang baru dibuka ataupun diantara tanaman kelapa yang baru ditanam dan masih rendah. Dari sisi kesuburan tanah dan kecukupan cahaya matahari, kondisi lahan yang baru dibuka masih sangat potensial untuk tanaman jagung dan tanaman semusim lainnya. 

Kami sampai ke Desa Sungai Luar sekitar jam 8 lewat. Kami langsung menuju lokasi bersama beberapa warga di sana yang juga hendak panen jagung. Dari tepi jalan besar, kami harus berjalanan beberapa ratus meter ke dalam lokasi kebun jagung. Si Sulung dan bungsu juga ikut jalan kaki. Di beberapa jalan yang terpisah parit, si bungsu agak memperlambat langkah sambil menunggu pertolongan si abang.

Tak perlu waktu lama, kami sampai ke lokasi kebun. Bunda langsung panen jagung. Anak-anak hanya berlarian saja menikmati alam terbuka. Bagi anak-anakku yang memang terbiasa di rumah, alam terbuka adalah kenikmatan luar biasa. Apalagi ketika dibiarkan bermain tanah dan dedaunan di sekitar. Teriakannya cukup keras, seolah ingin mengabari pada semua orang bahwa mereka sangat senang. Sementara anak-anak bermain, bundanya asyik menikmati helai-demi helai daun sayuran di sekitar.   

 

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *