Diantara banyak sebab kenapa ukuran tubuh melebar adalah “sering lupa”. Lupa olahraga, lupa jadwal makan termasuk lupa tentang komitmen menjaga berat badan. Padahal baru kemaren rasanya deklarasi komitmen untuk mengurangi berat badan. Seketika menghadapi aneka makanan lezat dan kondisi badan yang sangat lelah membuat komitmen itu menjadi buyar kembali.
Begitulah barangkali sifat manusia yang memang sering lupa. Teringat dulu dalam sebuah kajian tadabbur Surat Ar-Rahman, ada seorang peserta yang menanyakan mengenai sebuah ayat yang diulang-ulang dengan lafadz yang sama persis. Salah satu yang dijelaskan oleh pemateri waktu itu adalah sifat lupa manusia yang perlu berkali-kali diingatkan. Pada kesempatan yang lain saya teringat tadabbur Surat Al-Asr yang menyatakan bahwa kalau hidup tak ingin rugi, maka salah satu prasyaratnya adalah saling mengingatkan dalam kebaikan.
Dua Surat dalam Al-Qur’an tersebut semakin mengokohkan keyakinan kita bahwa lupa adalah suatu fenomena yang bisa terjadi pada setiap manusia terlepas dari kecerdasan, kekayaan dan pangkat yang dimilikinya. Atas kesadaran itu pulalah kita perlu menyiapkan instrumen untuk meminimalisir dampak dari kebisaan kita yang sering lupa ini. Ada dua kategori usaha yang dapat kita lakukan. Yang pertama menyiapkan lingkungan yang kondusif untuk terlaksananya kebiasaaan saling mengingatkan. Yang kedua menggunakan alat bantu, salah satunya adalah aplikasi berbasis smartphone. Karena memang smartphone ini salah satu perangkat yang paling sering menemani kita.
Salah satu aplikasi klasik di smartphone kita yang sering luput dari perhatian adalah aplikasi “pengingat” yang biasanya terintegrasi di aplikasi kalender. Padahal di tengah berlimpahnya informasi, aplikasi ini bisa jadi alternatif untuk membantu kita menunaikan janji-janji dengan tepat waktu baik janji kita dengan orang lain maupun janji kita dengan diri sendiri. Ada pula aplikasi penghitung kalori masuk dan keluar tubuh untuk orang-orang yang sedang diet seperti FatSecret.
Dari peristiwa ini dan juga banyak peristiwa dalam hidup, setidaknya kita belajar bahwa tak semua hal bisa terjadi sesuai keiginan kita. Termasuk mengenai selera makan dan berat badan. Dan salah satu sebabnya “sering lupa”. Kesadaran bahwa kita sering lupa bukan berarti kepasrahan kita akan keterbatasan ini. Tapi sebaliknya, kesadaran akan keterbatasan membuat kita lebih gigih dan tangguh mencari jalan keluarnya.
