Dalam aktifitas berat dan berdurasi lama, lelah adalah kepastian. Siapapun tak dapat menghindarinya karena memang begitulah tabiat kehidupan. Pembeda satu sama lainnya hanya terletak kepada cara mengatur kelelahan tersebut agar tidak mengganggu keseharian kita. Setidaknya ada 3 kata kunci yang terkait dengan kelelahan yaitu beban, bekal dan latihan.
Aspek yang pertama adalah beban. Beban diartikan sebagai sesuatu yang menimpa kita atau sesuatu yang harus kita lakukan baik sesuatu yang sudah berupa rutinitas. Seorang pelari yang secara rutin berlari 7 Km perhari akan mengetahui itulah perkiraan beban yang mampu dijalaninya. Atau contoh lainnya seorang operator komputer yang secara rutin menghasilkan ketikan surat sebanyak 50 surat per hari akan mengetahui itulah perkiraan beban yang mampu dijalaninya. ukuran 7 Km atau 50 surat adalah kemampuan dimana tubuhnya masih bisa mentolerir kebutuhan energi yang diperlukan melakukan aktifitas tersebut. Lebih dari nilai tersebut maka tubuh akan mengalami kelelahan.
Aspek yang kedua adalah bekal. Bekal diartikan sebagai sesuatu yang dikonsumsi untuk menghasilkan energi untuk aktifitas (beban). Atlet profesional biasanya punya konsultan gizi untuk memperhitungkan makanan yang harus dimakan dalam sehari untuk menunjang aktifitas harian mereka sekaligus menjaga keseimbangan berat badan. Sebenarnya orang awam sekalipun punya ukuran makan sehari-hari yang sudah terpola sejak lama dan itu merupakan kebutuhan hariannya untuk menunjang aktifitas yang dilakukan. Ketika seorang atlet mengkonsumsi makanan kurang dari jumlah yang dibutuhkannya maka dia akan mengalami kelelahan menjalani latihan hariannya.
Aspek yang ketiga adalah latihan. Latihan diartikan sebagai sesuatu yang harus dijalani untuk dapat melakukan sebuah capaian. Atlet lari biasanya punya jadwal latihan atau jarak tempuh optimal yang harus dijalani tiap hari untuk mencapai target prestasi tertentu. Ketika target latihan harian itu tidak dipenuhi maka ketika menjalani pertandingan si atlet tersebut akan mengalami kelelahan sebelum waktunya sehingga hasil yang diharapkan pun tak bisa diraih.
Kemampuan kita membedah ketiga aspek ini dalam konteks diri kita akan menentukan sejauh mana keberhasilan kita mengelola kelelahan. Jadi istilah yang digunakan adalah mengelola bukan menghindari. Karena lelah itu sesuatu yang tidak bisa dihindari, Misalnya kita kerja 8 jam sehari dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Selesai kerja lanjut aktifitas di rumah sampai jam 10 malam dilanjutkan istrahat. Dari siklus aktifitas yang seperti itu, kita mengharapkan kelalahan akan datang kira-kira jam 10 malam dan sejalan dengan waktu istrahat kita. Dan akan merepotkan kita ketika lelah itu datangnya jam 9 pagi atau jam 2 siang ketika kita masih dituntut aktif beraktifitas. Tentunya dalam hidup akan ada beberapa waktu dimana akan ada lelah yang datang pada waktu-waktu yang tidak diinginkan.
