MENULIS ADALAH KEBUTUHAN

  • 1 min read
  • Feb 06, 2020
Menulis sesuatu itu sejatinya adalah kebutuhan kita, bukan kebutuhan pembaca. Sekilas pernyataan ini terkesan egois. Tapi sebenarnya inilah alasan yang paling mudah diterima akal. Menulis tak melulu harus berorientasi pasar pembaca). Menulis menunjukkan karakteristik penulis. Orang bisa saja suka atau tidak suka dengan yang kita tulis, tapi setidaknya menulis menggambarkan pergolakan pemikiran kita.

Makanya, meskipun infomasi berlimpah, nasehat berserak dimana-mana, penulis buku menjamur, kita tetap perlu menulis setidaknya untuk menguji hasil baca kita, Karena membaca itu hakikatnya menulis, membaca yang tidak hanya sekedar melihat tulisan tapi menuliskan apa yang kita lihat ke dalam memori pikiran kita. Dalam proses itulah, otak dengan atribut kecerdasan dan pengalaman yang dimilikinya berinteraksi dengan hasil baca kita untuk kemudian melahirkan resolusi baru. Tentunya ini tidak berlaku bagi para penulis yang sedari awal memang ingin menjadi plagiat.

Menulis barangkali menstimulasi bakat terpendam yang kita miliki. Karena bakat tak otomatis keluar. Bakat lahir dari repetisi trial and error ratusan bahkan ribuan kali. Dari repetisi itulah akhirnya muncul bakat seseorang dalam menulis dan bisa bermanfaat untuk sesama. Yang berbakat menulis fiksi belum tentu berbakat menulis analisa, pun sebaliknya. Meskipun banyak orang yang bisa membuat ragam jenis tulisan, tetapi tetap ada keunggulan yang lebih pada bidang kepenulisan tertentu.

Untuk hasil tulisan yang dipublikasikan di blog, medsos atau media cetak, menulis mengarahkan penulisnya untuk menseleksi dan menimbang rasa, mana kata dan atau rangkaian kata yang kira-kira mudah dicerna dan tak melukai rasa.

Dalam tren kepenulisan buku yang lagi booming, tak jarang kadang orang terjebak dalam persepsi bahwa menulis buku adalah satu-satunya saluran menulis yang efektif. Padahal banyak para penulis blog yang justru lebih produktif menulis dan secara ekonomi lebih berpenghasilan. Dalam prakteknya, menulis tak harus selalu panjang, tak harus jadi buku, pun tak harus terkenal dan banyak diapresiasi, karena menulis adalah kebutuhan.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *