Di era medsos semakin ramai, kebohongan dikemas semakin kreatif. Di pesan berantai whatsapp biasanya pesan-pesan itu dikasih emoticon dan simbol yang bervariasi dan teratur. Tetapi di dalamnya kadang fakta dicampuradukkan dengan kebohongan lalu disusun dengan untaian kata yang menggugah selera sehingga jadilah ia kebohongan terselubung yang kelihatan indah. Orang yang malas atau tak punya waktu untuk membaca sampai tuntas dan mendalam akhirnya buru-buru membagikan (share) padahal ia belum tuntas membacanya dan atau belum mengerti dengan apa yang dibacanya.
Hal seperti itu banyak terjadi bahkan menimpa orang-orang yang keilmuan dan kesholehannya cukup baik. Kita berprasangka baik saja mungkin mereka sibuk sehingga tidak sempat menuntaskan membaca atau mengklarifikasi beberapa hal dalam tulisan yang disebarkannya. Tapi yang namanya kebohongan tetaplah dihukumi sebagai sebuah kebohongan. Mari kita lebih teratur dalam membaca, tuntaskan dan pahami, gali dari sumber yang valid dan lebih banyak. Apabila kita belum bisa melakukannya, mari menahan diri untuk berbagi (salin dan tempel). Yuk bersihkan hati jelang ramadhan salah satunya dengan menjaga lisan dan keyboard ponsel kita dari kebohongan.
