HIJAU DAUN DAN BASAHNYA DESEMBER

  • 2 min read
  • Des 19, 2024

Hiduplah, bukan hanya terhubung

Di era digital yang lekat dengan media sosial, algoritma mungkin lebih tahu banyak tentang preferensi kita dari pada sahabat sendiri. Tapi masalahnya, algoritma juga bisa membuat kita terjebak dalam rutinitas virtual yang membosankan.

Ketika algoritma mengetahui preferensi kita, maka seketika feed media sosial mengarah pada preferensi itu. Bangun pagi buka notifikasi, malam tertidur sambil scroll. Tanpa sadar, hidup kita dikendalikan oleh jumlah likes dan views. Kapan terakhir kali kamu menikmati suara hujan tanpa gangguan layar?

Dokumentasi, lebih dari sekedar gaya

Beberapa waktu lalu, saya dan beberapa teman memutuskan untuk kabur sejenak dari rutinitas digital. Lokasinya? Sebuah area hijau yang penuh ketenangan. Bekal kami sederhana: jaket, topi, dan drone (ya, karena dokumentasi itu tetap penting.

Kami ambil beberapa foto untuk mengenang peristiwa ini, tapi yang terpenting bukan fotonya—melainkan rasa yang tertangkap di dalamnya: udara segar, tawa tulus, dan langit kelabu khas Desember. Rasanya seperti reboot, tapi versi manusiawi.

Desember : antara hujan dan deadline

Desember seringkali datang dengan dua hal : hujan deras dan deadline pekerjaan. Tapi justru karena kesibukan itulah, kita harus sadar pentingnya berhenti sejenak. Istrahat bukan berarti menyerah, pada kadar yang cukup, ia adalah penyelamat akal sehat dan bentuk kasih sayang pada diri sendiri.

Memandang hijau daun, mencium aroma tanah basah, kehujanan di perjalanan dan ngobrol tanpa distraksi… sederhana, tapi healing banget. Momen tersebut terasa lengkap karena daerah yang kami kunjungi ini jauh dari tower, sehingga sinyal internet pun datang dan pergi.

Logout sejenak

Sesekali, lawan algoritma dengan cara paling sederhana: log out dari rutinitas digital. Jangan khawatir kalau kamu nggak update story hari ini. Kamu justru sedang update diri di dunia nyata.

Karena algoritma nggak akan ingat momen kamu tertawa bareng sahabat di bawah pohon sawit yang nggak ada sinyal. Tapi kamu akan ingat, mungkin bukan dengan detail caption-nya, tapi dengan hangat dan ketulusannnya.

Algoritma mungkin tahu apa yang kamu tonton, produk apa yang lagi kamu cari di marketplace, tapi dia nggak tahu apa yang bikin kamu bahagia. Kamu yang tahu itu.

Self Reminder

Kalau kamu baca ini sambil merasa burnout, anggap ini sinyal semesta lalu ambil jeda sejenak. Minum teh sembari keluar sebentar pandangi langit atau nikmati hijau daun di luar rumahmu. Lalu selfie dengan senyum terbaikmu.

Standar hidup yang baik bukan melulu tentang pencapaian, tapi tentang rasa dan proses yang dijalani. Dan itu, sering kali cuma bisa didapat saat kamu benar-benar hadir.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *