Di tengah ramainya hiruk pikuk media sosial yang menuntut validasi atas kesederhanaan, di sekitar kita masih ada potret sederhana yang otentik dan tak dibuat-buat. Seperti jembatan sederhana yang harus kami lalui di salah satu sudut desa ini, tepatnya di tengah-tengah hamparan kebun kelapa di Desa Kampung Baru, Kecamatan Concong. Tempat yang jauh dari kemegahan dan kemapanan infrastruktur, apa adanya, seolah tak ingin menjelaskan siapa dirinya.
Kami memutuskan berhenti di tengah jembatan itu. Bukan karena ragu akan kekuatannya. Kami ingin berhenti sejenak merasakan ketegangannya. Di bawahnya, air mengalir pelan pada siklus pasang menyusuri parit, seolah menyapa kami membawa cerita dari muara—cerita tentang konsistensi mereka mengaliri sisi kebun-kebun kelapa ini.
Apa yang Terlihat
Empat orang duduk bersama di atas jembatan kayu sederhana ini. Ditambah satu orang di sisi yang agak berjauhan. Menyatukan dua sisi parit yang rimbun oleh pepohonan khas pesisir seperti nipah dan piyai yang memberi kesan warna hijau yang menenangkan.
Tidak ada satu pun dari kami yang kelihatan khawatir tentang kekuatan jembatan ini. Malah sebaliknya, ada tawa ekspresi kebersamaan yang tulus. Jembatan sederhana ini tentunya sudah menjadi bagian dari cerita hidup masyarakat setempat, terutama para petani pekebun yang harus melaluinya setiap hari.
Refleksi tentang Kesederhanaan
Batang kayu yang kita duduki ini mungkin tidak memiliki sertifikat keamanan konstruksi. Tidak ada perhitungan engineering yang rumit, tidak ada material berkualitas tinggi dengan standar ISO. Tapi ia telah melayani kebutuhan dasar masyarakat di sini selama bertahun-tahun, menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya.
“Ada kearifan lokal yang diwariskan turun temurun dalam konstruksi sederhana ini. Ia adalah simbol dari kemampuan manusia untuk berkreasi dan bertahan hidup dengan sumber daya yang terbatas.”
Tanpa ornamen, tanpa nama, tanpa sorot kamera, jembatan ini tetap berdiri. Karena ia tahu, keberadaannya sangat dibutuhkan untuk menjadi penghubung, penyambung perjalanan hidup.
