Agaknya istilah reuni terlanjur identik dengan reuni sekolah atau kampus. Karena memang sekolah dan kampus mengumpulkan banyak orang hanya pada periode tertentu untuk kemudian dilepas ke tempat-tempat dengan sebaran spasial acak. Ada yang sekedar lintas kelurahan/desa. Ada pula yang lintas propinsi bahkan negara. Inilah yang barangkali menjadikan reuni sekolah/kampus cukup diminati. Belum lagi kalau kita bicara peluang memperluas jaringan dan meningkatkan skala bisnis.
Kondisi sekolah/kampus punya sedikit kemiripan dengan keluarga. Orang-orang dalam keluarga pernah berkumpul juga dalam periode tertentu. Yang membedakan hanya waktu dan momentum perpisahannya. Kalau sekolah dan kampus, momentum perpisahannya terkait kelulusan. Sedangkan keluarga, momentum perpisahannya adalah pekerjaan dan pernikahan. Periode interaksi keluarga tentunya lebih lama.
Pekerjaan dan Pernikahan bisa jadi membawa seseorang jauh dari keluarganya. Terlebih di zaman sekarang dimana teknologi informasi berkembang begitu pesat sehingga informasi pekerjaan juga tersebar menembus batas-batas geografis. Sehingga memiliki pekerjaan yang jauh dari kota kelahiran atau mempunyai pasangan yang berbeda domisili adalah hal biasa di zaman ini. Fakta tersebut mengakibatkan banyak anggota keluarga akan berpisah secara spasial meski disatukan dengan hubungan nasab.
Tak seperti reuni sekolah/kampus yang memang harus direncanakan dengan matang. Reuni keluarga bisa diselaraskan dengan agenda-agenda keluarga, seperti pertunangan, pernikahan, dan acara-acara sakral lainnya yang mengumpulkan banyak anggota keluarga. Jadi selain hajat ingin menghadiri acara, ini juga bisa menjadi sarana reuni untuk sekedar bicara ringan dan tukar pikiran. Karena meskipun altenatif media sosial sudah sangat banyak. Bertemu, berbicara dan bertatap muka langsung tetap tak akan tergantikan.
