Sesekali cobalah memandang dari kejauhan agar lebih luas sudut pandang. Dalam keseharian kita, agaknya ungkapan ini tidaklah terlalu sulit dipahami. Ketika kita ingin melihat detil sebuah objek, maka cukuplah kita mendekat ke objek tersebut, sebaliknya jika kita ingin melihat keberadaan sebuah objek diantara objek-objek yang lain, maka kita kan menjauh dari objek tersebut. Begitu pula ketika kita ingin melihat sisi-sisi lain dari objek tersebut, kita perlu beberapa kali berpindah tempat untuk mendapatkan hasil pengamatan yang objektif. Begitulah keterbatasan pandangan kita, sulit mendapat informasi lengkap mengenai sesuatu ketika kita hanya melihat dari satu jarak dan sudut pandang saja.
Ketika menganalisa sebuah objek, adakalanya objek itu terlalu jauh dan sulit untuk kita dekati. Sementara itu untuk melihat sesuatu secara objektif kita memerlukan visual yang detail. Pada saat itu kita butuh alat untuk mendekatkan pandangan semacam fungsi teropong untuk melihat detail objek yang ingin kita lihat.
Kombinasi kedua jenis pandangan di atas yaitu sudut pandang lebar dan visual yang detail diharapkan bisa memberikan informasi yang detail kepada seorang pengamat dalam memahami sebuah objek. Sudut pandang yang lebar akan menghasilkan gambar lebar yang bisa memvisualisasikan objek dan panorama di sekitarnya. Dan visual yang detail akan memberikan informasi detail mengenai objek tersebut.
Agaknya kondisi keseharian seperti di atas dimana kita kadang memerlukan pandangan yang detail dan pada saat yang lain kita memerlukan pandangan dengan sudut pandang lebar, dibaca juga oleh para pengembang teknologi fotografi, terutama fotografi melalui ponsel pintar. Ponsel pintar yang dikabarkan diluncurkan pada ujung bulan ini sudah mengadopsi teknologi triple kamera yang terdiri dari lensa wide (standar), lensa superwide dan lensa telephoto. Lensa superwide untuk mengambil gambar dengan sudut pandang yang besar dan lensa telephoto untuk mengambil photo dengan visual yang detail. Meskipun muncul belakangan, teknologi fotografi ponsel pintar ini agak sedikit berbeda. Teknologi fotografi ponsel pintar ini tidak perlu harus membongkar pasang lensa untuk bisa mewujudkan fungsi triple kamera tersebut sebagaimana Kamera DLSR atau Mirrorless.
Sebagian orang akan menganggap ini terlalu rumit. Untuk melihat sebuah objek saja perlu teori serumit itu. Apakah perlu? apakah harus? atau apakah bisa diabaikan. Yang jelas semua ini pilihan. Tak ada yang memaksa kita menjadi orang yang berpikir rumit. Karena pada akhirnya kita sendiri yang menikmati hasilnya. Pun kerumitan itu sebenarnya sifatnya relatif. Bagi yang baru membiasakan sesuatu, mungkin akan menganggap itu rumit, sebaliknya kalau sudah terbiasa, kerumitan pun akan mencair menjadi kebiasaan sehari-hari yang sangat mudah dilakukan.
Di tengah arus informasi yang sangat cepat dan masif, setidaknya kita perlu memahami keterampilan dasar dalam menilai dan menerima sebuah informasi dari objek yang kita lihat. Hal ini perlu kita pahami agar kita tak terjebak dalam kesibukan mencerna berita-berita sampah dan tidak bermanfaat dan lebih parah lagi sampai memberikan vonis-vonis liar, dangkal bahkan bermuatan hoaks yang semua itu lahir dari sempitnya pandangan kita.
Selamat menikmati Pebruari, perbanyak berbuat, kurangi berdebat dan cerdaslah melihat.
