BEROPINI
KETIKA VALIDASI DIPUJA MELEBIHI SUBSTANSI
Di era ketika media sosial menjadi panggung utama, validasi menjelma menjadi ritual baru. Ia dipuja, dikejar tanpa henti, hingga sebagian kita lebih mencintai tepuk tangan daripada makna yang sebenarnya. Layaknya ombak yang menggulung tanpa jeda, pada frekuensi berlebihan, ia akan mengombang-ambingkan jiwa, menyibukkan kita pada tampilan dibanding substansi. “Pengakuan dari orang lain seringkali menjadi tolok […]