KONTEMPLASI
MENYADARI JEJAK
Sebuah Prolog Imajiner Sore ini, angin membelah barisan kelapa yang berdiri berjaga. Ombak berbisik perlahan, seolah mengiringi setiap kata yang saya tuliskan di jurnal ini—teman perjalanan yang setia sejak usia dua puluhan. Di senja yang meredup perlahan, saya menengok ke belakang—ke jalan setapak yang baru saya lalui: suka, duka, dan keputusan yang kadang ditetapkan dengan […]